EBOOK DOWNLOAD

Mendidik Anak Agar Jangan Selalu Mengalah

Posted on: 16 Juli 2009

Dunia anak merupakan dunia yang penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan. Pada masa kanak-kanak, kita tidak pernah memikirkan keperluan sehari-hari atau pun hal lainnya karena yang kita pikirkan adalah main dan main.

Ketika sang anak berinteraksi dengan teman-temannya, terkadang kita lihat ada sikap anak yang selalu ingin menang sendiri dan selalu ingin menguasai temannya. Yang menjadi permasalahan di sini adalah bagaimana menanamkan sikap asertif atau sikap yang berani mempertahankan diri dari kemauan orang lain yang ingin menguasainya.

Berikut ini ada 6 langkah yang dapat kita lakukan sebagai orang tua :

1. Bangun rasa percaya diri

Seringkali anak selalu mengalah terhadap anak lain karena ia tak berani menampilkan dirinya sendiri, apalagi ‘melawan’ orang lain yang dirasakan mengganggunya. Untuk itu, Bantu anak membangun rasa percaya dirinya. Jelaskan bahwa ia punya kemampuan sama seperti teman-teman bermain di lingkungannya. Dia sama pintarnya, sama beraninya, sama cakapnya dan lain sebagainya.

2. Beri kesempatan bersosialisasi

Adakalanya anak kurang mendapatkan kesempatan berinteraksi sosial dengan anak sebaya di lingkungannya. Si kecil jadi kuper (kurang pergaulan), pemalu dan kurang percaya diri untuk berinteraksi. Ajak anak berinteraksi dengan anak sebayanya, misalnya saat berkumpul bersama sepupu-sepupu seusianya, bermain bersama anak-anak tetangga, atau bermain bersama teman-temannya di sekolah.

3. Latih berkata “tidak”

Kemampuan menuruti dan minta tolong atau meminta pendapat orang lain yang lebih baik memang perlu dilatih kepada anak sejak dini. Seiring dengan pengembangan kemampuan ini, anak perlu juga dilatih berani berkata ‘tidak’ terhadap hal-hal yang dirasakannya tidak sesuai dengan nilai, keyakinan dan harga dirinya. Jelaskan pada si anak bila ia merasa keberatan atau tidak nyaman terhadap sesuatu yang diminta orang lain, dia berhak untuk mengatakan “tidak”.

4. Ajarkan waktu yang tepat

Anda jelaskan pula kapan saatnya ia bisa atau harus mengalah kepada temanya, dan kapan ia harus berkata ‘tidak’, terutama bila si teman punya tujuan kurang baik. Misalnya sang teman ingin menguasai anak atau melakukan tindakan-tindakan yang sifatnya bullying.

5. Komunikasi hangat dan terbuka

Untuk mengembangkan keterampilan sikap asertif pada anak, orang tua perlu mendukung dengan memberi pola asuh dan komunikasi hangat dan terbuka. Anak semakin memahami arti penting dari sikap asertif dan berhasil menerapkannya bila ia mendapatkan dukungan positif dari pola asuh dan komunikasi hangat tersebut. Pola asuh yang sebaliknya akan menumbuhkan sikap ragu, kurang berani, mudah cemas dan selalu mengikuti apa yang dimaui orang lain tanpa berani menyatakan pendapatnya.

6. Hargai usahanya

Jangan lupa beri pujian dan dukungna atas usahanya untuk bersikap asertif. Hindari mengkritik, tak menghargai dan memberi label negatif kepada anak.

(dikutip dari majalah Ayahbunda)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Tulisan

Cari Uang Disini Tempatnya !

Ebook Kamasutra ebook kamasutra

Obat Herbal Berbagai Penyakit obat herbal
Solusi Verifikasi PayPal Dengan VCC Indonesiawww.kutukutubuku.com

RSS Related Websites

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: