EBOOK DOWNLOAD

Melahirkan di dalam Air

Posted on: 14 Mei 2010

Aktivitas melahirkan adalah aktivitas yang penuh resiko, baik bagi si ibu maupun bagi sang bayi. Banyak kasus yang terjadi dalam proses kelahiran ini, ada yang ibunya selamat, anaknya meninggal dan ada pula yang sebaliknya. Satu lagi ada juga yang meninggal dua-duanya.

Waktu saya ngobrol-ngobrol ma ibu-ibu, katanya melahirkan itu memang sakit, terutama waktu mengejan. Tapi katanya lagi pas keluar bayinya justru ngga sakit malah kerasa anget😀

Mungkin karena alasan itulah para ahli dalam bidang ini mencoba mencari cara-cara yang dapat mengurangi resiko baik bagi ibu maupun bagi sang bayi. Lahirlah kemudian metode melahirkan di dalam air.

Metode melahirkan di dalam air ini membutuhkan kolam khusus berisi air dengan suhu 95-100 derajat Fahrenheit. Diusahakan untuk menghindari penggunaan bathtubs atau kolam anak kecil karena akan sulit untuk mempertahankan suhu air.

Apakah dengan metode ini berarti aktivitas melahirkan menjadi tidak beresiko? tidak, tentu saja ada resiko dan kelemahannya. Berikut ini hal yang perlu anda ketahui mengenai metode ini :

Manfaatnya :

Melahirkan di dalam air membantu sang ibu menjadi lebih rileks sehingga hal ini dapat mengurangi rasa sakit di saat persalinan. Selain itu, dalam rendaman air, kulit menjadi lebih elastis sehingga mengurasi resiko sobek di daerah tempat keluar bayi.

Selain bagi ibu, metode melahirkan di dalam air ini juga sangat bermanfaat bagi bayi. Media air memudahkan transisi bayi dari rahim, yang berisi cairan ketuban, ke dunia luar. Mungkin ada yang bertanya bagaimana bayi bisa bernafas di dalam air? Nah, kata para pakar dan pendukung metode ini, pada saat pertama keluar, bayi tidak langsung menggunakan paru-parunya untuk bernafas sampai selama 10 detik. Berarti setelah keluar, sebelum 10 detik bayi harus segera dibawa keluar dari air. Gitu kali ya😀

Sekarang kelemahannya :

Hasil sebuah penelitian mengungkapkan bahwa mereka khawatir medium air akan membuat tali pusat menjadi kusut atau terkompresi, sehingga hal ini akan membuat bayi terengah-engah dan menghisap air ke dalam paru-paru mereka.

Sebuah studi pada tahun 2002 juga mengungkapkan bahwa metode ini meningkatkan resiko bayi tenggelam. Situs Live Science menambahkan bahwa kelahiran di dalam air tidak direkomendasikan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists. Kelahiran di dalam air dikhawatirkan meningkatkan resiko Pneumonia atau infeksi pada otak, dan serangan kekurangan oksigen.

Resiko

Metode melahirkan di dalam air ini harus dihindari oleh wanita dengan kondisi medis tertentu atau kehamilan rumit. Hal ini juga berlaku bagi wanita yang menderita herpes, tekanan darah tinggi, wanita yang mengalami pendarahan selama masa kehamilan, wanita yang mengandung bayi kembar, dan bagi wanita yang bayinya berada dalam posisi sungsang. Satu lagi, metode ini juga tidak direkomendasikan bagi wanita yang melahirkan prematur.

sumber : yahoo news.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Tulisan

Cari Uang Disini Tempatnya !

Ebook Kamasutra ebook kamasutra

Obat Herbal Berbagai Penyakit obat herbal
Solusi Verifikasi PayPal Dengan VCC Indonesiawww.kutukutubuku.com

RSS Related Websites

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: