EBOOK DOWNLOAD

Puncak Letusan Gunung Merapi

Posted on: 7 November 2010

Saat ini, diberbagai media sedang ramai membahas tentang puncak letusan merapi yang katanya akan terjadi pada tanggal 8 Nopember mendatang (berarti besok ya :D). Hal ini tentu membuat kita semua menjadi cemas, terutama para pengungsi yang sampai saat ini keadaannya sangat memprihatinkan.

Tapi ada hal yang sangat menarik sekaligus menggelitik untuk dibahas dari pemberitaan mengenai puncak letusan gunung merapi ini. Bencana yang datang melalui meletusnya gunung merapi ini oleh sebagian orang dikaitkan dengan ramalan Jayabaya yang konon katanya tingkat akurasi dari ramalannya mencapai 100% !

Kalo yang belum tau isi ramalan Jayabaya itu, silahkan disimak dulu ya :

Salah satu ramalan Jayabaya ditulis dalam kibab Musabar, dalam ramalan tersebut digambarkan pada tahun 2000-an di Nusantara ini akan mengalami keadaan yang kacau balau, masalah ekonomi, sosial, bencana alam bahkan akan terjadinya kiamat. Keadaan tersebut ditulis dalam tembang Dandanggula sebagai berikut:

Sampun tytyg kalih ewu warsi
Sunya ngegana tanpa tumingal
Ya meh tekan dalajate
Yen kiamat puniku
Ja majuja tabatulihi
Anuli larang udan
Angin topan rawuh
Tumangkeb sabumi alam
Saking kidul wetan ingkang datengi
Ambedol ponang arga

Kalo diterjemahin secara bebas kira-kira seperti ini : “Sudah 2000 tahun. Angkasa sepi tidak terlihat sesuatu apapun juga. Sudah hampir tiba waktunya kiamat. Jarang hujan, angin topan kerapkali datang. Bagaikan menimpa bumi dari selatan timur datangnya menghancurkan gunung-gunung.”

Kalo mau mengacu pada ramalan seperti ini, sebetulnya ada yang lebih spesifik lagi dalam meramalkan hal ini, yaitu ramalan dari Ranggawarsita. Siapa sih Ranggawarsita? Nama kecilnya adalah Raden Bagus Burhan, ia lahir pada tahun 1728 atau tahun 1842 masehi. Oleh Ranggawarsita, dalam ramalan itu disebut zaman Kalabendu. Apa itu zaman Kalabendu? Kalabendu artinya kemarahan, banyak orang yang mendapatkan bebendu (kemarahan) sebab mengejar kepentingan pribadi atau kepentingan golongan, makna kebenaran yang hakiki sering tidak dilakukan, yang berlaku hanya hukum rimba. Watak angkara murka itu menguasai keadaan, orang sudah lupa akan arti persahabatan dan kemanusiaan. Yo kita renungkan, cocok kan dengan keadaan negara kita saat ini?😀

Pemberitaan yang beredar sekarang bahkan menyangkutpautkan masalah bencana meletusnya gunung merapi ini dengan Kyai (kalo istilahnya ngga salah) Petruk yang konon katanya kemarin wedus gembelnya membentuk wajah Kyai Petruk tersebut. Konon katanya pula peristiwa ini merupakan kemarahan dari sosok Petruk tersebut terhadap masyarakat sekitar lereng merapi. Entah seperti apa hubungannya, tapi satu hal yang sangat disayangkan adalah tidak adanya bahasan mengenai sosok sang pencipta gunung tersebut (termasuk Kyai Petruk tersebut) tentunya. Kalo lah memang sosok Kyai Petruk itu memang ada, maka baik gunung merapi maupun Kyai Petruk adalah makhluk yang diciptakan oleh Tuhan.

Saat ini saya berbicara dari sudut pandang seorang muslim😀. Keadaan seperti sekarang ini sebenarnya telah disebutkan oleh Rasulullah Saw jauh-jauh hari pada sekitar 1500 tahun silam dimana ketika kezaliman telah merajalela di muka bumi ini, maka kita harus siap-siap menunggu azab dari Allah Swt. Saya rasa kita sepakat mengenai terma kezaliman ini, banyak sekali contoh-contoh kezaliman yang terjadi di negara ini. Saat ini harga sebuah nyawa sudah sangat murah, pembunuhan terjadi dimana-mana, perzinahan pun merajalela dan seolah “dihalalkan” dengan adanya tempat-tempat lokalisasi, nilai sebuah kebenaran menjadi kabur dengan pemutarbalikan fakta dan lain sebagainya. Satu hal lagi yang teramat penting adalah kemusyrikan. Mengkultuskan suatu sosok seolah mempunyai suatu kekuatan yang “menyamai” Tuhan adalah suatu dosa besar yang tidak terampuni dan akan mengundang azab Allah Swt. Saya rasa tidak perlu disebutkan mengenai sosok-sosok yang dikultuskan oleh sebagian bangsa Indonesia yang ditandai dengan diadakannya ritual penghormatan kepada sosok tersebut.

Bencana yang datang kepada bangsa ini bukan tanpa alasan dan bukan semata-mata karena gejala alam karena sesungguhnya dibalik semua peristiwa ini ada dzat yang mengendalikan yaitu Allah Swt. Allah Swt yang menciptakan kita termasuk menciptakan gunung-gunung dan tentunya termasuk gunung merapi sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Al-Hijr ayat 19 yang artinya sebagai berikut:

“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.”

Oleh karena itu saudaraku, tidak ada hal lain yang dapat kita lakukan untuk menghindari murka sang pencipta selain kita kembali ke jalan-Nya. Mari kita jauhkan diri kita dari perbuatan-perbuatan yang dilarang-Nya termasuk perbuatan menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain.

Wallahua’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Tulisan

Cari Uang Disini Tempatnya !

Ebook Kamasutra ebook kamasutra

Obat Herbal Berbagai Penyakit obat herbal
Solusi Verifikasi PayPal Dengan VCC Indonesiawww.kutukutubuku.com

RSS Related Websites

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: